Minggu, 25 Juli 2010

nenek

terkadang sedih melihat nenek duduk sendirian di teras hanya ditemani dengan sebuah buku.
dulu, kakeklah yang menemaninya. kakek juga yang selalu ada disampingnya mendengarkan isi koran yang sengaja nenek bacakan keras keras. kakek sebagai suami dan teman berbincang bincang ketika tak ada satupun orang dirumah kami, keluargaku memang termasuk keluarga sibuk.

terkadang miris melihat nenek tak bisa lagi melakukan hal-hal yang ingin ia lakukan.
semua kegiatannya sekarang terbatasi, mungkin hanya solat, makan, tidur, dan membaca. Untuk mengidupkan kompor saja sekarang ia memanggilku untuk membantunya. Ini gara gara kejadian beberapa tahun yang lalu, tangannya terkilir dan susah untuk melakukan hal hal yang "berat" dengan tangannya.

terkadang tak tega melihatnya makan sendirian.
dulu, sewaktuku kecil, makan bersama nenek dan kakek selalu aku sempatkan. tapi sekarang kegiatanku terlalu banyak, makan bersama nenek pun kadang kusampingan. Kubiarkan nenek mengambil nasi sendiri dan menyuapi mulutnya sendiri. Teganya aku.

terkadang hatiku menangis ketika akan meninggalkan rumah dan nenek untuk "kepeluan tak penting" dan kadang aku menawarkan nenek untuk pergi bersamaku dan nenek hanya menjawab "tak usah lah, nenek jalannya lambat, nanti susah" . Ntah mengapa aku tetap pergi bukannya memilih menemaninya dirumah, setidaknya ia bisa ngobrol denganku, tidak dengan bukunya saja.

terkadang aku takut ketika nenek tak mendengar jelas perkataanku. Telinga nenek memang sudah susah untuk mendengar dan harus menggunakan sebuah alat di telinganya. Aku takut ketika aku bilang "assalamualaikum" untuk pergi dr rumah tak didengarnya dan nanti pada jam makan siang ia memanggil manggilku untuk makan siang. Aku takut.

terkadang aku kepikiran dengan kata kata nenek yang bilang "mata nenek suka berair kalau baca lama-lama"
ingin aku ambil semua buku-buku itu agar tidak merusak matanya lagi, tapi lagi-lagi aku tak bisa, karena itulah temannya dirumah, sekali lagi kukatakan keluarga ini memang sibuk !

terkadang aku kaget ketika nenek bilang, " doakan nenek disetiap solatmu yaa, tau kan doanya?"
aku diajarinya doa-doa sesudah solat, doa untuk nenek. Nenek ingin cucu-cucunya mendoakannya selalu.
setiap solat aku slalu mendoakanmu nek, sayangnya dengan bahasa indonesia :D

Dulu, aku dekat dengannya.
Selalu kuganggu makan malamnya dan menanyakan jawaban dari PRku. Kini dengan beranjaknya umurku, tak bisa kutanyakan lg PRku padanya. Aku harus mencari jawaban sendiri dari PR-PRku, tanpa bantuan nenek.
Mungkin, nenek lebih senang kuganggu makan malamnya, iya kan nek?

Dulu, aku cucunya yang polos.
Selalu kutanyakan semua yang papa mama bicarakan di teras. Demi mengetahui isi percakapannya, aku bolak balik menanyakan kata kata yang aneh yang tak pernah kudengar sebelumnya kepada nenek. Kadang nenek bingung ketika aku salah melafalkan kata katanya, tapi dengan sabar ia memikirkan apa kata yg kumaksud. Nenekku memang super !

Aku kangen masa kecilku, masa-masa dimana selalu ada disamping nenek, mengganggu nenek dengan alasan-alasan anehku, menangis di depan nenek demi diperhatikan, melakukan hal-hal bodoh agar nenek tertawa, sengaja mengerjakan PR pada saat jam makan malam sehingga nenek memanggilku keras keras untuk makan. Kangen semua hal yang aku lakukan pada nenek 10 tahun yang lalu. Umur menjadikan aku mempunyai batas dengan nenek. Tak mungkin aku merengek rengek seperti dulu untuk mendapatkan perhatian nenek.

sering ada dipikiranku kata-kata ini : "Andai nanti aku jadi seorang nenek, aku tak mau punya cucu seperti aku waktu dulu"

Dengarlah nek, dulu maupun sekarang hanya perbuatan-perbuatanku yang berubah. Lebih banyak diluar daripada menemanimu dirumah. Tapi sayangku padamu tak akan berubah.






3 komentar:

teguh b. mengatakan...

cerita ini ngingetin saya ke nenek saya well, hahaha
i like this,

welii mengatakan...

hehee, makasih guh :D
weli juga nulis ini gara gara inget nenek :DD

Anonim mengatakan...

sedih bgt euy kalau diinget2 te, paling sedih lg kl nginget ortu...heuh,